Makassar - Sederet sorotan terkait pembangunan Pasar Lamataesso, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang kini menjadi permasalahan dan perbincangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya para pedagang di lokasi Pasar tersebut, pasalnya ditemukan platform bagian bangunan rubuh.
Untuk diketahui, proyek Pasar Lamataesso didanai dari pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 23 miliar, dan diresmikan pada 12 Oktober 2023 oleh Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Ketua Divisi Tim Investigasi dan Monitoring Lembaga Kajian dan Advokasi HAM Indonesia (LHI), Mahmud mengatakan bahwa temuan ini semakin membuktikan ketidakwajaran dari proyek tersebut.
“Dengan anggaran sebesar Rp 23 miliar seharusnya pasar ini bermanfaat bagi masyarakat pedagang. Namun kenyataanya terbalik. Bahkan mereka [pedagang-red] menyatakan lebih baik jika pasar ini kembali seperti semula, menyatu dengan Pasar Sentral Soppeng yang tradisional,” kata Mahmud melalui sambungan telepon pada Sabtu malam (25/1/2025).
Kemudian Tim LHI melakukan penelusuran di Pasar Lamataesso. Para pedagang yang ditemui merasa kecewa. Bahkan ia menyatakan pasar ini sama sekali tidak bermanfaat.
“Kami lebih memilih pasar seperti sebelumnya, yang sudah terbukti efektif untuk kami,” kata para pedagang yang ditemui belum lama ini.
Selain dari itu, pantauan di lokasi tampak Pasar Lamataesso terkesan mangkrak dan tidak terawat. Ditambag lagi beberapa kios yang kosong tak ditempati, juga beberapa di bagian fisik di bangunan tersebut sudah mulai rusak. Ironisnya, sebagian area kini telah beralih fungsi menjadi tempat permainan sepak bola.




