| Foto : Ilustrasi |
Soppeng - Menjelang bulan suci Ramadhan, fenomena balapan liar kembali marak, namun kali ini bukan sepeda motor yang digunakan, melainkan sepeda.
Aksi berbahaya ini diduga terjadi di berbagai lokasi, terutama pada tengah malam, tanpa penerangan yang memadai, sehingga membahayakan para peserta dan pengguna jalan lainnya.
Tak sekadar adu kecepatan, balapan sepeda liar ini juga melibatkan taruhan dengan nominal yang tidak sedikit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah taruhan berkisar antara Rp2 juta hingga Rp6 juta, menjadikannya lebih dari sekadar ajang uji nyali, tetapi juga praktik perjudian yang semakin terorganisir.




