Soppeng - Ironi bernilai miliaran kembali terjadi. Gedung Serba Guna Lapatau, ikon pembangunan di Kabupaten Soppeng yang menyedot anggaran negara hingga Rp5 miliar, kembali ambruk untuk kedua kalinya, menyisakan tanda tanya besar soal akuntabilitas dan integritas pengelolaan dana publik.
Bangunan yang baru berjalan dua tahun berdiri sejak penyelesaian pembangunannya itu kini menjadi simbol rapuhnya sistem pengawasan proyek daerah.
Alfred , Ketua LSM Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKN) Soppeng, melontarkan kritik keras dan menyebut insiden ini sebagai bukti telanjang dari kegagalan manajemen proyek serta indikasi kuat adanya penyimpangan serius, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
“Keruntuhan pertama bisa saja dianggap sebagai kelalaian teknis. Tapi ketika bangunan ambruk lagi dalam waktu sesingkat ini, kita patut mencurigai ada unsur kelalaian yang disengaja , bahkan praktik korupsi yang terstruktur dan sistemik,” tegas Alfred.




