Depok, Jawa Barat — Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, menegaskan pentingnya kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kopkel) dan Danantara sebagai mitra strategis, bukan pesaing, bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL). Penegasan ini disampaikan dalam Sarasehan dan Konsolidasi Pasar Rakyat, Pasar Malam, dan Bazar PKL UMKM se-Jabodetabek yang berlangsung di Mini Soccer Cipayung, Depok, Minggu (8/6).
“Pasar rakyat merupakan sistem ekonomi yang tumbuh dari akar sosial masyarakat sejak zaman leluhur. Ini adalah warisan budaya dan ekonomi bangsa yang harus kita jaga dan kembangkan. Pasar rakyat menjadi kekuatan ekonomi riil bangsa dengan potensi besar yang tersebar di seluruh pelosok,” ujar dr. Ali Mahsun, mantan Pembantu Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang itu.
Menurutnya, terdapat lebih dari 16 juta unit UMKM yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas ekonomi rakyat di pasar tradisional, pasar malam, dan bazar. Untuk itulah, APKLI Perjuangan terus mendorong transformasi dan penguatan pasar rakyat melalui revolusi ekonomi rakyat berbasis UMKM.
Tantangan dan Langkah Strategis
Dr. Ali juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, khususnya menjelang puncak bonus demografi pada 2030. “Kita harus menyiapkan 100 juta unit UMKM unggul dari yang saat ini baru sekitar 65,4 juta. Jika gagal, dampaknya bisa sangat serius terhadap ekonomi dan stabilitas nasional,” ujarnya.
Ia menyebut perlambatan ekonomi global, kejenuhan platform digital, proteksionisme perdagangan pasca-Tarif Trump, hingga potensi resesi dunia sebagai faktor yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Indonesia harus mengambil langkah cepat dan revolusioner, salah satunya dengan menggandakan penerimaan negara dan membuka lebih banyak peluang usaha serta lapangan kerja.
Dalam konteks ini, APKLI Perjuangan menyatakan:
1. Mendukung pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI oleh Presiden Prabowo Subianto.
2. Mendukung eksistensi Kopdes/Kopkel Merah Putih, Danantara, Hilirisasi, dan MBG sebagai mitra UMKM.




