Soppeng – Praktik dugaan rentenir berkedok koperasi dilaporkan masih marak beroperasi di wilayah Soppeng. Warga mengeluhkan sistem pinjaman dengan bunga tinggi yang dinilai sangat memberatkan dan tidak transparan.
Sejumlah masyarakat bahkan mempertanyakan legalitas dan keabsahan koperasi tersebut. Pasalnya, mekanisme pembayaran dinilai tidak jelas, di mana cicilan yang dibayarkan nasabah lebih banyak dialokasikan untuk bunga dibandingkan pokok pinjaman.
Salah seorang warga yang mengaku menjadi korban, menyebut telah berkali-kali melakukan pembayaran, namun utangnya tidak kunjung berkurang .




