Medan, 10 Juli 2026 – Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.
Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.
Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex “Dalam Perjalanan”, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat - Banda Aceh lumpuh total.
Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.
"Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat," keluhnya.
Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.
"Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang," ucapnya.
Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi.
Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang.
Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.
Dampak yang ditimbulkan sangat besar:



