![]() |
Soppeng,Sulsel
Jelajahindonesia.id - Kepala Desa Marioritenga Andi Syamsu Bahri SIP mengungkapkan terkait hasil studi tiru yang dilihat saat berada di Denpasar Bali.
“Jadi di Bali itu kita melihat fasilitas tempat Pengolahan Sampah sangat berbeda didesa kami, di sana sangat tertata rapi,” ujar Andi Syamsu, saat di konfirmasi Jelajahindonesia.id, Selasa (30/05/2023)
Kegiatan studi tiru tersebut dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas pembangunan di desa, seperti pengelolaan sampah dan pelayanan publik dan budaya kelestarian
Di Bali itu ada Desa kalau warganya membuang sampah sembarangan akan di beri sanksi melalui forum hukum adat karena hukum adat didesa tersebut adalah tertinggi,
Didesa tersebut ada juga istilah arisan sampah jadi warga selalu melestarikan budaya kebersihan,Sampah plastik dalam satu kilonya di nilai dengan uang.
Andi Syamsu juga menyampaikan dimana hasil studi tiru di Bali, sangat berbeda di desanya karena di Bali itu warga kalau bangun pagi langsung ambil sapu lidi sambil menyapu sampah dan tidak membuang sembarangan tempat
"Olehnya itu kami akan gelar rapat evaluasi tindak lanjut dari hasil studi tiru yang kami dapat di Bali,"beber Andi Syamsu
Pemerintah Desa Marioritenga bersama staf akan belajar dan meniru inovasi yang bermanfaat agar desa kita bisa berwawasan kelestarian lingkungan yang bersih dan nyaman bebas dari sampah
Desa bersih tentu warga merasa nyaman dan selalu adem dan terhindar dari segala penyakit,semoga adanya studi tiru yang kami telah ikuti sangat bermanfaat buat kita semua.
(Kamaruddin)

0 Komentar