Jakarta,- Indonesia dituntut sukses jemput puncak bonus demografi 2030. Dituntut cetak 100 juta ekonomi rakyat UMKM handal dan unggul dengan rasio wirausaha mapan 10-12%.
Indonesia tak boleh gagal agar tak terjadi malapetaka demografi. Yaitu membludaknya pengangguran, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana yang jadi ancaman serius eksistensi NKRI. Atas landasan diatas, serta penuhi panggilan Ibu Pertiwi,
Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas 2024) dan Penganugerahan Mahkota Mahadiradja Ekonomi Rakyat Indonesia Kepada Presiden RI 1-8 di Jakarta 28-30 September 2024, tegas "Ketua Umum KERIS, dr Ali Mahsun ATMO M Biomed didampingi Ketua OC, Megy Aidillova ST, Sekretaris, Choirul Anam SE ME CAK PHD, dan Bendahara Nurul Latifa, Jakarta, Selasa 23/7/2024.
Negara Berpihak Ekonomi Rakyat UMKM Sejak Era Presiden Soekarno dan Niscaya Di Era Presiden Prabowo Subianto
Lebih lanjut dokter ahli kekebalan tubuh yang sudah 13 tahun sejak 2011 dampingi ekonomi rakyat UMKM ini tuturkan, sejak kemerdakaan RI 17 Agustus 1945 hingga saat ini,
sejak era Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, SBY dan Joko Widodo, tanpa kehadiran negara berpihak totalitas, ekonomi rakyat UMKM sulit berkembang, maju dan unggul. Akan tergerus dan terjajah kekuatan modal besar.
Lebih dari itu, 5 tahun ke depan 2024-2029 jadi keniscayaan era Presiden Prabowo Subianto karena Indonesia harus sukses jemput puncak bonus demografi 2030.
Presiden RI 1-8 Akan Dianugerahi Mahkota Mahadiradja Ekonomi Rakyat UMKM Indonesia*
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina KERIS Irjen Pol Pur DR Ronny F Sompie SH MH menambahkan bahwa ekonomi rakyat UMKM jauh lebih baik di era Presiden Soekarno dibandingkan sebelum Indonesia merdeka. Demikian pula di era Presiden Soeharto.




