![]() |
Soppeng– Dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, jajaran Babinsa Kodim 1423/Soppeng aktif melaksanakan pendampingan intensif kepada para petani di wilayah Kabupaten Soppeng, khususnya saat memasuki musim panen.Sabtu 23 Agustus 2025
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada masa panen, tetapi mencakup seluruh tahapan pertanian mulai dari persiapan lahan, proses tanam, perawatan tanaman, hingga panen dan pengelolaan pasca panen.
Komandan Kodim 1423/Soppeng, Letkol Inf Reinhard Haposan Manurung, S.Pd, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peran aktif Babinsa di lapangan.
“Saya telah memerintahkan seluruh Babinsa untuk turun langsung mengawal proses panen di wilayah binaan masing-masing. Kami pastikan harga gabah di tingkat petani Rp6.500 per kilogram, tanpa potongan timbangan. Ini bentuk komitmen kami dalam menjamin kesejahteraan petani,” tegas Dandim.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk mencegah hasil panen petani jatuh ke tangan tengkulak atau pengusaha dari luar daerah yang berpotensi merugikan petani.
“Pendampingan ini bukan hanya soal panen, tapi juga soal menjaga kedaulatan pangan dan memastikan petani kita tidak dirugikan oleh permainan harga. Kami ingin hasil panen maksimal, pengelolaan pasca panen optimal, dan kesejahteraan petani meningkat,” tambahnya.
Selain petani, pendampingan ini juga berdampak positif bagi mitra penggilingan dan pelaku usaha lokal yang terlibat dalam rantai produksi pangan.
Dandim juga mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh, hingga pelaku usaha, untuk terus bersinergi mendukung program swasembada pangan.
“Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Soppeng,” tutup Letkol Reinhard.
Upaya masif yang dilakukan Kodim 1423/Soppeng ini menjadi bukti nyata keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

0 Komentar