PP IWO Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Rencana Menjadi Konstituen


Rilis Resmi PP IWO 
Nomor: 0172.B/Rilis/PP-IWO/VIII/2025

Jakarta – Sebagai upaya mewujudkan cita-cita besar organisasi serta menjawab aspirasi anggota di seluruh Indonesia, Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) menggelar audiensi dengan pimpinan Dewan Pers, Rabu (6/8/2025), di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta Pusat.

Rombongan PP IWO dipimpin langsung oleh Ketua Umum Teuku Yudhistira, didampingi Anggota Majelis Etik Budi Irawan, Wakil Sekjen Sainudin Mahyudin (Aymar), serta Kepala Divisi Humas Aqmarul Ahyar.

Kehadiran mereka diterima oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, bersama sejumlah anggota Dewan Pers di lantai 7 gedung tersebut.

 “Kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menampung aspirasi anggota IWO dari seluruh Indonesia. Harapannya, IWO dapat bersinergi dengan Dewan Pers dan menjadi Konstituen resmi,” ujar Teuku Yudhistira.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait persyaratan terbaru agar IWO dapat memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan Dewan Pers dalam proses menjadi Konstituen.

“Dengan menjadi Konstituen, IWO diharapkan dapat menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri, serta meningkatkan kualitas para wartawan di bawah naungan IWO,” imbuh Yudhistira.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Pers atas sambutan yang diberikan serta informasi berharga yang telah disampaikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil IWO. Namun ia mengingatkan bahwa proses menjadi Konstituen Dewan Pers bukanlah hal mudah, mengingat persyaratan yang cukup ketat.

“Media digital saat ini jumlahnya sangat banyak. Maka, menjadi Konstituen tidak bisa sembarangan. Dewan Pers ingin semua tertata dengan manajemen yang baik,” jelas Totok.

Ia menegaskan, organisasi media yang ingin menjadi Konstituen harus memiliki struktur kepengurusan yang jelas dan profesional. Selain itu, perusahaan media harus memenuhi syarat legalitas, termasuk memiliki pemimpin redaksi berstatus wartawan utama.

Totok juga menyampaikan bahwa meskipun IWO belum menjadi Konstituen, Dewan Pers tetap akan mengayomi seluruh organisasi wartawan, termasuk IWO.

“Yang penting, semua media—apapun bentuknya—harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Tanpa itu, semuanya akan rusak,” tegasnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal IWO untuk memperkuat legalitas dan profesionalitas organisasi di tingkat nasional.(*)


0 Komentar