JAKARTA โ Realisasi lifting minyak nasional hingga Oktober 2025 tercatat menembus sekitar 607.000 barel per hari (bph), sementara produksi gas terus menunjukkan surplus terhadap target tahunan, menurut keterangan resmi Kementerian ESDM dan pernyataan pejabat terkait.
Kenaikan produksi itu, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, merupakan hasil akselerasi pengeboran dan beroperasinya sejumlah proyek baru yang mulai memberikan pasokan. โRealisasi lifting hingga Oktober menunjukkan perbaikan kapasitas produksi nasional,โ ujar Bahlil dalam keterangan pers baru-baru ini.
SKK Migas melaporkan bahwa realisasi produksi gas nasional hingga pertengahan 2025 telah mencapai 6.820 MMSCFD, atau sekitar 121,1 persen dari target semesteran, serta total produksi migas (minyak + gas) hingga Juni 2025 mencapai kira-kira 1,797 juta barel setara minyak per hari. Data ini menjadi penopang suplai energi bagi sektor pembangkit, pupuk, dan industri berat domestik.
Dari sisi investasi, realisasi investasi hulu migas semester I 2025 mencapai US$ 7,19 miliar (sekitar Rp 118 triliun), naik 28,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. SKK Migas dan pelaku industri memproyeksikan total investasi hulu migas sepanjang 2025 akan meraih US$ 16,5โ16,9 miliar, rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir jika tren ini berlanjut.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang dilantik November 2024, menegaskan fokus organisasi adalah memastikan proyek-proyek yang sudah finansial dan teknis dapat segera on-stream serta mempercepat program pengeboran pengembangan di lapangan-lapangan mature untuk menahan laju penurunan produksi. โKami membidik beberapa proyek on-stream pada 2025โ2026 untuk menopang lifting nasional,โ ujar Djoko dalam rapat dan pernyataan publik.




