GMII Gelar Aksi Jilid III dan IV, Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Kontrak Rp 890 Miliar di PT Antam

Jakarta,  – Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menunjukkan konsistensi dalam mengawal dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PT Antam Tbk. Setelah menggelar aksi jilid I dan II, GMII kembali turun ke jalan melalui aksi besar jilid III di KPK RI dan Kejaksaan Agung RI, serta aksi jilid IV yang berlangsung di depan Gedung KPK RI. 18/11/2025

Serangkaian aksi berkelanjutan tersebut merupakan bentuk keseriusan GMII dalam menuntut pengusutan dugaan penyimpangan pada kontrak jasa sewa alat berat senilai Rp 890 miliar di UBPN Sulawesi Tenggara, yang melibatkan PT Antam Tbk dan PT Satria Jaya Sultra (SJS).

Koordinator Lapangan GMII, Edrian Saputra, memimpin langsung kedua aksi dengan orasi tegas yang menarik perhatian publik dan penegak hukum. GMII menilai bahwa kontrak bernomor A000001264/9231/DAT/2021 tersebut tidak melalui mekanisme tender terbuka sebagaimana seharusnya diterapkan dalam pengadaan bernilai besar di lingkungan BUMN.

GMII menegaskan bahwa absennya mekanisme tender kompetitif membuka peluang terjadinya praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta potensi kerugian negara.

Pada aksi jilid III, massa GMII membawa dokumen kajian, data publik, dan analisis hukum sebagai dasar dugaan penyimpangan. Aksi berjalan tertib namun memberikan tekanan moral kepada KPK RI dan Kejaksaan Agung RI untuk segera mengambil langkah hukum.

Nilai Rp 890 miliar bukan angka kecil. Proyek sebesar itu seharusnya melalui proses tender yang terbuka dan kompetitif. Kalau mekanismenya tertutup, maka sangat terbuka peluang penyimpangan. KPK RI dan Kejaksaan Agung harus turun tangan secara serius,” tegas Edrian.

Tidak berhenti di situ, GMII kembali menggelar aksi jilid IV sebagai bentuk kekecewaan karena belum adanya kejelasan penanganan kasus dari KPK RI. Dalam orasinya, Edrian kembali memperingatkan lembaga antirasuah tersebut.

KPK jangan main-main dengan kasus ini. Jika dibiarkan, maka angka korupsi di negeri ini akan semakin merajalela. GMII akan terus turun ke jalan sampai kasus ini benar-benar ditangani secara serius,” ujarnya.

Edrian juga menegaskan bahwa GMII tidak akan berhenti pada aksi keempat. Jika tidak ada langkah konkret dari KPK dan Kejaksaan Agung, GMII mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan massa yang lebih banyak.

GMII tidak akan mundur selangkah pun!” tutupnya.


Jika Anda ingin versi lebih formal, lebih singkat, atau lebih tajam untuk media, tinggal beri tahu saja.

0 Komentar