![]() |
LUWU — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Luwu Raya, Jumardi, mengeluarkan pernyataan tegas terkait pengawasan aparat penegak hukum (APH) terhadap proyek pembangunan Jembatan Malutu di Desa Posi, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Ia menilai pengawasan yang dilakukan selama ini terkesan setengah hati dan tidak mencerminkan profesionalitas.
Jumardi mengatakan bahwa persoalan jembatan tersebut bukan hanya soal teknis, tetapi menunjukkan adanya indikasi lemahnya kontrol serta potensi pembiaran.
“APH Luwu jangan main mata dengan siapapun. Proyek Jembatan Malutu harus dikawal serius. Jangan sampai fungsi pengawasan hanya formalitas, sementara kualitas pekerjaan jauh dari harapan warga,” tegasnya.
Menurut Jumardi, viralnya video kerusakan jembatan beberapa waktu lalu menjadi bukti adanya kejanggalan sejak awal. Ia menilai bahwa jika pengawasan dilakukan secara benar, masyarakat tidak akan dibuat cemas dengan konstruksi yang menimbulkan tanda tanya.
“Jembatan itu urat nadi warga. Kalau dari awal sudah muncul keluhan, berarti ada proses yang tidak beres. Itu harus menjadi alarm keras bagi APH untuk tidak hanya datang melihat, tapi melakukan tindakan konkret,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya integritas dan keberanian APH dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Jumardi menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus diutamakan dibanding kenyamanan pihak tertentu yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Publik ingin melihat keberanian APH menegakkan aturan. Kalau ada indikasi penyimpangan, tindak. Jangan tunggu tekanan publik baru bergerak. Integritas itu ditunjukkan lewat tindakan, bukan seremonial,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Malutu dan sekitarnya membutuhkan jembatan yang benar-benar aman, bukan proyek yang penuh tanda tanya. Menurutnya, ketidakjelasan dan lemahnya pengawasan hanya akan mengikis kepercayaan publik.
“Warga sudah jelas meminta agar proyek ini dikawal ketat. Jika APH tidak tegas, kepercayaan publik semakin runtuh. Jangan sampai jembatan ini menjadi contoh kegagalan pengawasan di Luwu,” tegas Jumardi.
IWO Luwu Raya, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan independen dan menyampaikan setiap temuan kepada publik sebagai bentuk fungsi kontrol sosial.
“Kami tidak akan diam. Ini menyangkut keselamatan warga. Kalau ada yang coba-coba bermain, kami akan angkat ke permukaan,” tutupnya.
Dengan pernyataan keras tersebut, IWO Luwu Raya berharap APH bertindak tanpa kompromi, memastikan proyek Jembatan Malutu dikerjakan sesuai standar, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jembatan tersebut.

0 Komentar