![]() |
Jakarta – Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed, mengusulkan agar Banjir Bandang Sumatra 2025 yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Hal tersebut disampaikan saat Pembekalan Khusus WARKOBI dan pembukaan Musywilub APKLI-P DKI Jakarta di PG Center, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, bencana yang terjadi sejak 24 November 2025 itu telah menewaskan lebih dari seribu orang, menghancurkan ratusan ribu rumah, dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi. Dampaknya disebut sangat luas, meliputi sekitar 50 kabupaten/kota.
Ali Mahsun menegaskan bahwa banjir tersebut bukan semata bencana alam, melainkan akibat ulah manusia seperti pembalakan liar, pertambangan ilegal, dan perkebunan sawit ilegal. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah tiga kali mengunjungi lokasi terdampak banjir.
APKLI-P mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status Bencana Nasional agar seluruh kekuatan negara dapat dikerahkan, serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.
Selain itu, APKLI-P secara resmi membuka Donasi Bantuan Modal Usaha PKL UMKM bagi para korban banjir. Donasi ditujukan untuk membantu pemulihan usaha para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang kehilangan lapak dan modal akibat banjir.
APKLI-P mengajak masyarakat, lembaga pemerintah, swasta, serta seluruh jajaran pengurus dan pelaku PKL UMKM di Indonesia untuk berpartisipasi dalam program donasi tersebut demi membangkitkan kembali perekonomian rakyat kecil korban Banjir Sumatra 2025.

0 Komentar