Rival Pilkada Jadi Sahabat di Acara Pernikahan, Gelak Tawa Menghapus Jarak Politik

Soppeng - Suasana pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) kerap meninggalkan sisa-sisa emosi di tengah masyarakat. Perdebatan yang dulu hangat bisa berubah menjadi diam yang canggung. Sapaan yang biasanya ringan mendadak terasa berat.

Politik lokal memang bukan sekadar soal angka dan strategi, ia menyentuh harga diri, persahabatan, bahkan ruang makan dalam keluarga.

Namun akhir pekan lalu, di Kabupaten Soppeng, suasana berbeda justru menghangatkan hati. Sabtu (14/2/2026), dalam sebuah acara pernikahan yang penuh doa dan senyum, dua nama yang pernah bersaing dalam kontestasi, H. Suwardi Haseng dan Andi Maparemma, dipertemukan kembali.

Keduanya adalah rival dalam Pilkada Soppeng 2024. Dulu, panggung kampanye menjadi arena adu gagasan dan strategi. Namun siang itu, yang tersisa bukan lagi ketegangan, melainkan kehangatan.

Mereka saling menyapa layaknya sahabat lama. Duduk berdampingan, berjabat tangan, lalu berpelukan hangat—pemandangan yang mencuri perhatian para tamu. Candaan ringan pun mengalir, membuat semua tersenyum bahkan tertawa lepas.

Tak ada gestur kaku, tak ada senyum basa-basi. Semua tampak cair dan spontan, seakan menghapus sisa jarak politik yang pernah ada.

Momen itu mengirim pesan sederhana namun dalam politik boleh selesai di bilik suara, tetapi persaudaraan dan kebersamaan tetap harus dirawat. Karena pada akhirnya, yang membuat masyarakat utuh bukan siapa yang menang atau kalah, melainkan kemampuan untuk kembali duduk bersama dan tentu saja, tertawa bersama.(K)

0 Komentar