Pinrang — Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit merilis evaluasi standar keamanan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026. Hasilnya, sebanyak 69,1 persen Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dari data tersebut, Kabupaten Pinrang mencatat capaian tertinggi dengan persentase 93,2 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Jeneponto (92,6 persen) dan Kabupaten Sinjai (92,0 persen). Sementara itu, beberapa daerah masih perlu meningkatkan capaian, seperti Kabupaten Soppeng (17,6 persen) dan Kabupaten Barru (31,8 persen).
Data Badan Gizi Nasional (BGN) per 21 April 2026 menunjukkan terdapat 782 unit SPPG yang telah beroperasi di 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, 540 unit telah lulus sertifikasi SLHS, sedangkan sisanya masih dalam proses pengajuan atau pendampingan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, dr. Amsyir Muhadi, menyampaikan bahwa dari 44 dapur SPPG yang beroperasi, hanya tersisa tiga dapur yang belum mengantongi SLHS.
“Artinya, capaian SLHS bagi SPPG Pinrang saat ini menjadi yang tertinggi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia mengapresiasi kinerja tim di lapangan yang menerapkan strategi “jemput bola” dengan aktif mendampingi mitra dapur dalam memenuhi persyaratan sertifikasi.
Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang harus dipenuhi untuk memperoleh SLHS, yakni pelatihan penjamah makanan, pengambilan sampel makanan dan minuman, serta Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Ketiganya harus mencapai minimal 80 persen sebelum sertifikat dapat diterbitkan.




