Insan Pers di Soppeng Kian Terpuruk, IWO Soroti Rendahnya Penghargaan terhadap Karya Jurnalistik

Soppeng - Wakil Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng, Haerul, angkat bicara terkait kondisi insan pers di Kabupaten Soppeng yang dinilai semakin memprihatinkan akibat rendahnya penghargaan terhadap karya jurnalistik, khususnya di tingkat pemerintah desa.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat, 8 Mei 2026, Haerul menyoroti nilai kerja sama publikasi berita yang dianggap tidak layak dan jauh dari harapan para pekerja media.

Menurutnya, saat ini karya jurnalistik hanya dihargai sekitar Rp80 ribu untuk media online dan Rp100 ribu untuk media cetak dalam jangka kerja sama satu hingga dua bulan. Kondisi tersebut dinilai sangat memukul para wartawan yang setiap hari bekerja di lapangan demi menyajikan informasi kepada masyarakat.

“Fenomena ini membuat insan pers semakin terpuruk dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Haerul.

Ia juga menyayangkan minimnya perhatian sejumlah pemerintah desa terhadap keberadaan wartawan dan media lokal. Menurutnya, biaya yang diterima bahkan tidak sebanding dengan pengeluaran operasional yang harus ditanggung para jurnalis.

“Kalau seperti ini, apa artinya? Habis di perjalanan dan ongkos print out berita,” tegasnya.

Haerul berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar profesi wartawan tetap dihargai sebagai bagian penting dalam menyampaikan informasi dan menjaga fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

0 Komentar