![]() |
Makassar - Dosen Universitas Cahaya Prima sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Bone, Dr. Herman, S.Sos., M.Si, resmi meraih gelar doktor pada Program Studi S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.Senin 25 Mei 2026.
Gelar doktor tersebut diraih setelah Herman sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kemitraan Dalam Penanganan Hasil Perikanan Berbasis Ekspor di Kabupaten Bone” dalam sidang promosi doktor di FISIP Unhas.
Dalam penyusunan disertasi, Herman dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. H. Badu Ahmad bersama Co-Promotor Dr. H. Nurdin Nara.
Sementara itu, dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Akmal Ibrahim, Prof. Dr. Hasniati, Prof. Dr. Gita Susanti, serta penguji eksternal Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya.
Prestasi Herman menjadi perhatian karena mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu relatif singkat. Ia tercatat sebagai mahasiswa baru Program S3 FISIP Unhas pada akhir tahun 2023, mulai aktif mengikuti perkuliahan pada Januari 2024, dan berhasil menuntaskan studinya pada Mei 2026.
Selama menempuh pendidikan doktoral, Herman juga dikenal produktif dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Ia berhasil menghasilkan 11 karya ilmiah, termasuk satu jurnal internasional terindeks Scopus, serta menerbitkan dua buku ilmiah sebagai kontribusi di dunia pendidikan tinggi dan penelitian.
Pria kelahiran Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone itu juga disebut sebagai orang pertama di desanya yang berhasil meraih gelar doktor. Perjalanan akademiknya dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di daerah terpencil, untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan prestasi akademik.
Dalam penelitiannya di Kabupaten Bone, Herman menemukan bahwa pengembangan ekspor hasil perikanan membutuhkan penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, serta komitmen organisasi yang lebih kuat.
“Potensi perikanan ekspor di Kabupaten Bone sebenarnya sangat besar, namun diperlukan penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, dan komitmen organisasi agar pengelolaan hasil perikanan dapat berjalan lebih efektif serta mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Herman.
Ia juga menilai Kabupaten Bone memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi.
“Kabupaten Bone memiliki posisi strategis karena dikelilingi daerah dengan potensi perikanan melimpah. Jika dikelola secara profesional dan terintegrasi, Bone sangat berpeluang menjadi salah satu pintu ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur,” tutupnya.

0 Komentar