Akses Desa Soga Masih Bertaruh Nyawa, Warga Desak Pembangunan Jembatan Permanen

SOPPENG – Warga Desa Soga dan Desa Mariorilau, Kabupaten Soppeng, hingga kini masih bergantung pada rakit penyeberangan (pincara) untuk melintasi sungai karena belum adanya jembatan permanen.

Setiap hari, masyarakat menggunakan rakit sederhana untuk berangkat bekerja, bersekolah, hingga mengangkut sepeda motor. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan penyeberangan menjadi berisiko tinggi.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera membangun jembatan permanen sebagai akses yang aman dan layak.

"Jangan sampai Desa Soga dianaktirikan. Kami juga berhak menikmati pembangunan seperti desa-desa lain. Jangan tunggu musibah baru ada perhatian," ujar salah seorang warga.Sabtu 11 Juli 2026.

Warga berharap aspirasi mereka segera ditindaklanjuti. Menurut mereka, pembangunan jembatan bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga menjamin keselamatan, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(K)


0 Komentar