![]() |
SOPPENG – Sejumlah persoalan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat menjadi perhatian dalam diskusi publik bertajuk “Ayo Ngopi: Mengupas Pemerintahan Sukses Selama 1+5 Tahun” yang digelar Partai NasDem Kabupaten Soppeng di Cafe Saromase, Jumat (24/7/2026).
Diskusi tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan pemerintahan Kabupaten Soppeng, dengan membahas berbagai isu penting, mulai dari pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, persoalan krisis air bersih, kondisi sektor pertanian, hingga capaian pembangunan daerah.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM LIPAN Indonesia, Ir. Muchtar Baso, dalam kesempatan tersebut menyoroti pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang merupakan program nasional pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa program tersebut perlu mendapatkan pengawasan secara serius agar berjalan sesuai dengan tujuan, tepat sasaran, serta tidak menimbulkan potensi kerugian negara.
![]() |
Menurutnya, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan berkelanjutan menjadi kunci utama agar Program Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap program pemerintah harus dikawal bersama agar pelaksanaannya sesuai aturan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Muchtar dalam diskusi tersebut
Selain membahas Program Sekolah Rakyat, peserta diskusi juga menyoroti capaian pembangunan Pemerintah Kabupaten Soppeng yang dinilai masih membutuhkan evaluasi agar lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Andi Agus Witri menyampaikan bahwa alasan efisiensi anggaran yang sering disampaikan pemerintah daerah tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan atas belum optimalnya sejumlah program pembangunan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan hasil pembangunan yang nyata, terukur, dan dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menggelar doa bersama dan mengheningkan cipta untuk seorang petani asal Laouga yang meninggal dunia. Almarhum disebut sebagai salah satu warga yang terdampak persoalan krisis air.
Para peserta berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius semua pihak agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Krisis Air dan Nasib Petani Jadi Sorotan, Persoalan kekeringan serta keterbatasan akses air menjadi salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut. Peserta menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi sumber daya air yang cukup besar, namun membutuhkan pengelolaan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah didorong untuk menyusun langkah strategis dalam pengelolaan sumber air, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun mendukung keberlangsungan sektor pertanian.
Dalam diskusi itu, peserta turut mencontohkan langkah Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang melakukan penanganan darurat kekeringan sawah dengan mendistribusikan air ke lahan persawahan menggunakan armada pemadam kebakaran dan kendaraan pendukung lainnya.
Di sektor pertanian, peserta mengungkapkan bahwa sebagian lahan pertanian di Kabupaten Soppeng mengalami dampak kekeringan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kondisi tersebut semakin diperberat oleh berbagai kendala yang dihadapi petani dalam memperoleh sarana produksi pertanian.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani guna menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
![]() |
KTNA Soroti Pendampingan Kontingen PENAS, Ketua KTNA Soppeng, Mursalin, turut menyampaikan pandangannya terkait keikutsertaan kontingen petani dan nelayan Kabupaten Soppeng pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) di Gorontalo.
Ia menyebut para petani dan nelayan yang tergabung dalam kontingen telah membawa nama baik daerah dan berupaya mengharumkan Kabupaten Soppeng di tingkat nasional.
Namun, ia menyayangkan kurangnya perhatian dan pendampingan pemerintah daerah selama kegiatan tersebut berlangsung," ucap Mursalin.
Peserta diskusi kembali mengingatkan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang keberhasilannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat, bukan semata-mata klaim keberhasilan individu atau kelompok tertentu.
Diskusi publik “Ayo Ngopi” diharapkan menjadi wadah konstruktif dalam menyampaikan aspirasi, kritik, serta masukan masyarakat terhadap arah pembangunan Kabupaten Soppeng.
Berbagai pandangan yang muncul dalam forum tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Partai NasDem Soppeng Ade Irawan, Feri, Ketua Partai Demokrat Soppeng Candra, perwakilan Partai Golkar Syamsuddin, Partai Gerindra Rasyid, Dr. Nurman Idrus, tokoh masyarakat, wartawan, LSM, pengurus Partai NasDem, sejumlah mahasiswa serta para undangan lainnya.(K).



0 Komentar