Gas Elpiji 3 Kg Langka di Soppeng, Warga Menjerit: Harga Melambung, Distribusi Dipertanyakan

Foto : Ilustrasi 


SOPPENG – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Soppeng semakin dikeluhkan masyarakat. Di saat kebutuhan rumah tangga bergantung pada gas bersubsidi tersebut, warga justru kesulitan mendapatkannya. Kalaupun tersedia, harganya disebut-sebut telah melambung hingga mencapai Rp50.000 per tabung.

Kondisi ini paling dirasakan oleh para ibu rumah tangga. Mereka mengaku harus mendatangi beberapa pangkalan dan pengecer untuk mencari gas elpiji 3 kilogram, namun tidak jarang pulang dengan tangan kosong.

"Ke mana gas itu dibawa? Kenapa di pangkalan selalu dibilang habis, tetapi di tempat lain bisa didapat dengan harga yang jauh lebih mahal?" ujar salah seorang warga kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Keluhan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai kelancaran distribusi gas elpiji bersubsidi. Warga berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pangkalan maupun pengecer untuk memastikan penyaluran gas berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Sebagai komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram menjadi kebutuhan yang sangat vital. Karena itu, masyarakat mendesak adanya langkah cepat, transparan, dan terukur agar kelangkaan tidak terus berlarut serta harga kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, JelajahIndonesia.id belum memperoleh keterangan resmi dari instansi terkait maupun aparat penegak hukum mengenai penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Soppeng. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Redaksi JelajahIndonesia.id menjunjung tinggi prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Oleh karena itu, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan atas pemberitaan ini.

0 Komentar